Engkau Begitu Agung Wahai Rasulullah


"Kutinggalkan sunnah Nabi yang sepanjang malam
beribadah hingga kedua kakinya bengkak dan keram

Nabi yang karena lapar mengikat pusarnya dengan batu
Dan dengan batu mengganjal perutnya yang halus itu

Kendati gunung emas menjulang menawarkan dirinya
la tolak permintaan itu dengan perasaan bangga

Butuh harta namun menolak, maka tambah kezuhudannya
Kendati butuh pada harta tidaklah merusak kesuciannya

Bagaimana mungkin Nabi butuh pada dunia
Padahal tanpa dirinya dunia takkan pernah ada

Selengkapnya...

Share

posted under | 4 Comments

Tasawuf Dari Islam atau Luar Islam

Oleh: Ustadzuna Al Ustadz Al Fadhil Rohimuddin Nawawi Al Bantani Barakallahu fii ahlih

“ Apakah Tasawuf itu dari Islam atau dari luar Islam?” pertanyaan ini kerap mengganggu para penuntut ilmu-ilmu Islam yang lemah dan kurang berhubungan dengan Turats Islam, diharapkan dari tulisan ini rasa ingin tahu itu telah mendapat jawaban. Tasawuf datang dari dalam ajaran Islam, dan posisi Tasawuf adalah sebagai berikut:

Selengkapnya...

Share

posted under | 0 Comments

Siapa Pemilik Tanah Palestina

Palestina merupakan negeri yang membentang dari barat Sungai Yordan hingga selatan Laut Mati dan Teluk Aqabah. Negeri ini berada di ujung barat Asia, menjadi penghubung Benua Asia dengan Benua Afrika. Selain itu, Palestina juga berbatasan dengan Libanon, Syria, Yordania, Arab Saudi, dan Mesir. Negeri ini juga menjadi salah satu negeri di pantai timur Laut Mediterania (hlm. 133). Tanah Palestina menjadi istimewa karena merupakan tempat diturunkannya semua agama samawi, tempat peradaban kuno muncul, jembatan aktivitas komersial, dan tempat penyusupan ekspedisi militer di sepanjang era berbeda.

Selengkapnya...

Share

posted under | 2 Comments

Menikah Adalah Fitrah Dan Ibadah


Banyak hal yang bisa menjadi motivasi seseorang untuk menikah, ada yang mengatas namakan cinta, sebagai tempat melabuhkan hatinya, belahan jiwa untuk berbagi suka dan duka, sebagai sarana meneruskan keturunan, untuk menyalurkan hasrat manusiawi, dan lain sebagainya. Semua itu tentu tidaklah salah karena memang hanya dengan menikahlah hal itu menjadi halal, legal, bermartabat dan terhormat.

Namun apakah hanya sampai disitu nilai sebuah pernikahan? Tentu saja tidak, karena sepasang burung pun melakukannya, mereka bahu membahu membangun sarangnya, bergantian mengerami telurnya, setiap pagi induknya mencari makan untuk anak-anaknya hingga mereka bisa terbang dan sanggup mencari makan sendiri. Subhanallah burung-burung itu telah mengajarkan arti kehidupan pada kita.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, teladan kita yang mulia telah mengajarkan bahwa menikah itu adalah ibadah. Kita sering mendengar pernyataan seperti itu, tapi apakah kita benar-benar memahaminya. Allahu'alam. Sungguh dibalik pernyataan sederhana itu terdapat banyak hikmah yang harus selalu kita gali, kita renungi, kita patri dalam hati Menikah itu ibadah, tidaklah Allah menciptakan diri ini melainkan hanya untuk beribadah kepadaNya. Seluruh gerak kita sepatutnya kita niatkan untuk beribadah kepada-Nya. Seluruh khilaf kita sepatutnya kita mohonkan ampun pada-Nya. Seluruh nikmat yang kita dapat sepatutnya kita syukuri dengan memuji nama-Nya. Setiap ujian yang datang sepatutnya kita hanya memohon pertolongan-Nya.
Selengkapnya...

Share

Perempuan Tidak Sama Dengan Laki-Laki


Keadilan (العدل) adalah salah satu standar dalam Islam untuk mengatur keharmonisan setiap sudut interaksi (hubungan) antara manusia dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, hubungan manusia dengan sesama manusia maupun hubungan manusia dengan makhluk lainnya.
Ini adalah cerminan dari sifat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang maha adil (العادل) sehingga segala sesuatu itu diciptakan mempunyai ukuran masing-masing.
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ ( القمر:49

Sesuatu dikatakan adil jika sesuatu itu diletakkan pada tempatnya. Salah satu contoh keadilan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah menjadikan siang sebagai waktu bekerja dan malam sebagai waktu beristirahat. Kebijaksanaan Allah ini sangat tepat karena memang siang adalah waktu dimana manusia dalam keadaan segar dan bugar sementara malam adalah waktu dimana manusia dalam kelelahan. Jika malam hari digunakan untuk bekerja dan siang hari untuk beristirahat pasti ketidakseimbangan akan terjadi, akan muncul berbagai penyakit, stress dan efek lainnya. Lihatlah orang-orang yang bekerja di malam hari dan beristirahat di siang hari seperti buruh-buruh pabrik, para pekerja pasar dan supir-supir bus malam lebih banyak terserang penyakit dan lebih cepat mengalami penuaan dan kematian.
Selengkapnya...

Share

posted under | 0 Comments

Kafir-Mengkafirkan Refleksi Kebodohan Iman


Perlu pembaca ketahui bahwasanya pembahasan tentang kufur bagi ahli iman sangat penting karena siapa yang tidak tahu kufur maka dia tidak akan tahu apa itu iman sebagaimana jika dia tidak mengetahui malam, niscaya dia tidak mengetahui siang. Begitu pula siapa yang tidak mengetahui alam maka dia tidak akan mengetahui pencipta dan siapa yang tidak mengetahui siapa dirinya maka dia tidak akan mengetahui siapa Tuhannya.

Alasan inilah yang mengundang orang-orang berilmu dari dulu hingga sekarang untuk terus mengkaji dan menggali apa itu hakekat kufur sebab memang di daerah ini sangat berbahaya. Jika salah tafsir, maka anda akan memandang kebanyakan manusia ini buruk dan sesat sebab anda telah menghukuminya dengan kalimat ‘kafir’. Namun jika tafsir anda tepat maka anda tidak akan memandang kecuali kebaikan Tuhan ada dalam seluruh alam

Selengkapnya...

Share

posted under , | 0 Comments

Sedikit Rahasia Gempa di Sumatera Barat

Terenyuh hati ini ketika melihat saudara-saudara kita di Sumatera Barat menangis merasakan kepedihan dan kesusahan yang tak terkira pasca-gempa dahsyat yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2009 dengan kekuatan 7,6 SR itu telah meluluh lantakkan ribuan tempat tinggal dan gedung, menewaskan lebih dari 700 orang serta melukai ribuan penduduk lainnya.


Kami yang berdomisili jauh di luar negeri dengan sangat jelas menyaksikan kondisi korban-korban gempa bahkan saat-saat kejadian gempa melalui berbagai stasiun televisi timur tengah yang rata-rata meliput musibah yang menimpa salah satu kota dimana di tempat itu telah banyak melahirkan ulama-ulama kelas dunia seperti Syaikh Ahmad Yassin Al Fadani rahimahullah yang menjadi guru hampir sebagian besar ulama-ulama besar saat ini dan juga seorang sufi yang menjadi tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia Buya Hamka rahimahullah.

Selengkapnya...

Share

posted under | 0 Comments

Istri-istri Dulu Vs Istri-istri Sekarang


Ada uang abang disayang, tak ada uang abang diterjang. Entah ini hanya sekedar pribahasa atau kata-kata mutiara, yang pasti maknanya cukup menggelikan. Mungkin pribahasa ini lahir dari realita yang ada sekarang dimana memang para istri sudah agak ketat dan bersyarat dalam memberikan kasih sayang kepada para suami.

Sangat berbeda dengan prinsip yang dianut oleh kaum istri yang ada pada zaman salaf (istri-istri sahabat, tabi'in dan tabi' tabi'in) dahulu dimana mereka tidak hanya menyayangi suami ketika ada uang, tetapi juga menyayangi suami dengan kasih sayang yang mutlak, baik dalam keadaan sempit maupun dalam keadaan lapang..

Lihatlah Sayyidah Fatimah Az Zahra radhiallahu anha, penghulu kaum wanita di surga ini sangat menyayangi suaminya Sayyidina Ali karramallahu wajhah yang susah penghidupannya. Ketika sebelum menikahpun, beliau sudah sangat menyadari betapa akan susahnya nanti jika harus berumah tangga dengan Sayyidina Ali. Tetapi beliau percaya akan pemuda tawaran bapaknya ini suatu saat nanti akan menjadi surga beliau di dunia dan akhirat.

Selengkapnya...

Share

Sedikit Pembelaan Terhadap Tasawuf


Jika kata mereka Tasawuf bukan berasal dari Islam, maka saya katakan bahwa Tasawuf adalah salah satu rukun agama (الدين). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya Jibril 'alaihissalam:

يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ رواه مسلم


Setelah Jibril pergi Rasulullah SAW mengatakan kepada para Sahabat radhiyallahu 'anhum::

فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ
"Itulah Jibril, Beliau mendatangi kalian untuk mengajarkan kalian akan agama kalian."

Secara mantuq, sangat gamblang dari hadits di atas bahwa rukun agama yang diajarkan oleh Jibril 'alaihissalam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah iman, islam dan ihsan. Jika dari ketiganya ada yang kurang maka agama tidak sah sebab kehilangan salah satu rukunnya.

Selengkapnya...

Share

posted under | 0 Comments

Melakukan Hal-Hal Yang Tidak Dilakukan Nabi Saw Tidak Haram


Sebelum membaca risalah yang panjang  dan rumit ini dan pastinya akan membuat  yang sedang stress akan semakin steress dan pening  kepalanya. Ada baiknya Saudara-saudaraku  sekalian mengheningkan hati sejenak dan membuang doktrin-doktrin ta'ashubiyah kemazhaban nya agar dapat membaca risalah ini nantinya dengan kepala dingin dan pikiran yang jernih. Untuk itu marilah kita mengendurkan urat-urat saraf dengan tersenyum sejenak.


Ada sebuah fenomena yang sangat pelik telah mendorong saya untuk menulis sebuah risalah sederhana ini dimana sebagian orang telah menjadikan tarkun-Nabi (ترك النبي) atau dalam bahasa kita (hal-hal yang ditinggalkan atau tidak dilakukan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) itu sebagai hujjah (alasan hukum) untuk mengharamkan amal ibadah orang lain.

Pertanyaannya adalah apakah benar jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan atau tidak melakukan suatu perkara, lantas menjadi haram hukumnya bagi kita untuk melakukan suatu perkara itu? Saya harap Saudara-saudaraku sekalian memahami pertanyaan saya ini sebab di siniah inti dari pembahasan kita ini.

Sebelum kita menjawab pertanyaan di atas ada baiknya kita memahami dahulu sebuah pertanyaan yang lebih mendasar lagi, apakah benar jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melakukan sesuatu, berarti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ingin memberitahukan kita bahwa sesuatu itu haram?


Selengkapnya...

Share

posted under , | 6 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Powered by. Ryosatura. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Topic

Jika kamu ingin tahu kedudukanmu di sisi Allah maka lihatlah kedudukan Allah di hatimu!

Tasawuf itu ihsan

Saudara-saudaraku yang budiman, jangan tertipu oleh dakwaan sebahagian orang bahwa tasawuf tidak ada di dalam alquran. Tasawuf itu ada di dalam alquran, hanya saja ia tersirat. Sebagaimana tersiratnya dilalah-dilalah hukum di balik nash-nash alquran begitu pula isyarat-isyarat tasawuf banyak tersembunyi di sebalik lafazh-lafazh alquran. Bukan ianya hendak disembunyikan Allah dari semua orang, tetapi agar ada usaha dan upaya untuk melakukan penggalian terhadap sumber-sumber ilahiyah yang dilakukan oleh jiwa-jiwa yang intibah. Di situlah akan muncul ijtihad dan mujahadah yang mengandung nilai-nilai ibadah (wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya'buduni).

Tasawuf itu akhlaq (innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq); berusaha mengganti sifat-sifat madzmumah (takhalli) dengan sifat-sifat mahmudah (tahalli). Kedua proses ini sering disebut dengan mujahadah. Para Rasul, Nabi, dan orang-orang arif sholihin semuanya melalui proses mujahadah. Mujahadah itu terformat secara teori di dalam rukun iman dan terformat secara praktek di dalam rukun Islam. Pengamalan Iman dan Islam secara benar akan menatijahkan Ihsan. Ihsan itu adalah an ta'budallaha ka annaka tarah (musyahadah), fa in lam takun tarah fa innahu yarok (mur'aqobah). Ihsan inilah yang diistilahkan dengan ma'rifat. Ma'rifat itu melihat Allah bukan dengan mata kepala (bashor) tetapi dengan mata hati (bashiroh). Sebagaimana kenikmatan ukhrowi yang terbesar itu adalah melihat Allah, begitu pula kenikmatan duniawi yang terbesar adalah melihat Allah.

Dengan pemahaman tasawuf yang seperti ini, insya Allah kita tidak akan tersalah dalam memberikan penilaian yang objektif terhadap tasawuf. Itulah yang dimaksud oleh perkataan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah; "Dan kami tidak mengingkari tarekat sufiyah serta pensucian batin daripada kotoran-kotoran maksiat yang bergelantungan di dalam qolbu dan jawarih selama istiqomah di atas qonun syariat dan manhaj yang lurus lagi murni." (Al Hadiah As-Saniyah Risalah Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abd. Wahhab hal.50 dalam kitab Mauqif A'immah Harakah Salafiyah Cet. Dar Salam Kairo hal. 20).

Adapun praktek-praktek yang menyimpang dari syariat seperti perdukunan, zindiq, pluralisme, ittihad dan hulul yang dituduhkan sebahagian orang; itu adalah natijah daripada tasawuf, maka itu tidak benar, sangat jauh dari apa yang diajarkan oleh tokoh-tokoh sufi; Imam Junaid Al-Baghdadi, Imam Ghazali, Imam Ibnu Arabi, Imam Abd. Qadir Al-Jailani, Imam Abu Hasan Asy-Syadzili, Imam Ibnu Atho'illah As Sakandari, Imam Sya'roni, Imam Suyuthi, Syaikh Abdul Qadir Isa dan imam-imam tasawuf lainnya qaddasallahu sirrahum.

Tasawuf juga adalah suatu ilmu yang membahas jasmani syariat dari sisi lain. Sisi lain yang dimaksud adalah sisi ruhani. Kalau fiqih membahas syariat dari sisi zhohir, maka tasawuf dari sisi batin. Sholat misalkan, ilmu tentang rukun, syarat dan hal-hal yang membatalkan sholat itu dibahas dalam ilmu fiqih. Adapun ilmu tentang khusyu' hanya dibahas dalam ilmu tasawuf. Wallahu a'lam.

Mengenai Saya

Foto saya
Al-faqir dilahirkan di sebuah kota kecil Pangkalan Berandan Kab. Langkat Sumatera Utara. Di kota kecil ini minyak bumi pertama sekali ditemukan di Indonesia (tepatnya di desa Telaga Said). Saat ini al-faqir sedang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo Fakultas Syariah wal Qanun. Blog ini merupakan sebagai sarana saja bagi saya untuk sharing bersama teman-teman, silaturahmi dan menambah wawasan. Hehe jangan tertipu dengan nama blog "Sufi Medan" karena ini hanya nama blog saja, adapun si empunya sendiri bukanlah seorang sufi, hanyasaja mencintai orang2 sufi. Sufi adalah gelar yang hanya diberikan untuk orang-orang yang mengamalkan ajaran-ajaran Tasawuf dengan benar. Tentunya di sana sini masih banyak kekurangan, al-faqir sangat mengharapkan perbaikan dari Teman-teman semuanya. Saran dan masukan sangat saya nantikan. Dan bagi siapapun yang ingin menyebarkan artikel2 dalam blog ini saya izinkan dan saya sangat berterima kasih sudah turut andil dalam mengajak saudara-saudara kita kepada kebaikan dan yang ma'ruf. Terima kasih sudah berkunjung di blog orang miskin. Moga Allah senantiasa memberkahi dan melindungi Teman-teman semuanya. Billahi taufiq, wassalamu'alaikum.

Followers


Recent Comments