Muhammad Bin Abdul Wahab; Pengantar Singkat Studi Kritis Ideologi Pemikirannya

(Warning: Sebelum membaca artikel ini siapkan kopi dan pastel di meja anda karena butuh waktu setengah jam untuk menghabiskan artikel ini. Yang gak tahan baca lama2 sebaiknya mundur dari sekarang biar gak pingsan di tengah jalan. Dan yang suka emosian sediakan kipas angin biar gak kepanasan. Dan kalau mau buat bantahannya buat bantahan yang berbobot, jangan suka buat bantahan yang tak mengena & tak berhubungan sebagaimana buku2 bantahan yang sudah ada.) Bismillah…selamat menikmati.

Oleh: Al Ustadz Al Fadhil Muhammad Hidayatullah Lc.

*Penulis adalah sarjana alumnus Universitas Al Azhar Kairo Fak. Lughah Arabiyah. Saat ini sedang menyelesaikan pendidikannya di program pascasarjana Jur. Syari'ah Darul Ifta' Kairo.

Selengkapnya...

Share

Ulama Nenek Moyang Indonesia Mengikuti Salafush Sholeh

Wali Sembilan

Islam Masuk ke Indonesia Sejak Abad ke 1 H

Mereka mengatakan bahwa ibadah kaum muslim di negeri kita mengikuti nenek moyang. Apakah prasangka mereka kita mengikuti kaum Hindu atau Buddha ?  Itu sama saja mereka terhasut pencintraan yang dilakukan kolonialisme Belanda.

Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya “API SEJARAH” jilid 1 mengungkapkan.

Dengan sengaja, sejarawan Belanda pada masa pemerintah kolonial Belanda membuat periodisasi sejarah Indonesia, memundurkan waktu masuknya agama Islam berada jauh di belakang atau sesudah keruntuhan kekuasaan politik Hindu atau Keradjaan Hindoe Majapahit. 
Selengkapnya...

Share

posted under | 5 Comments

Jalan Sufisme: Memoar Pengembaraan Imam Al Ghazali dalam Mencari Hakikat Sejati

Oleh: Peran Sabeth Hedianto

Seperti didalam kitab al-munqidz min al-dhalal (Pengetasan Kesesatan) adalah karya Imam Ghazali yang ia tulis sebagai memoar pengembaraan intelektual, dalam upaya menemukan titik-titik KENYAKINAN dari BISIK-BISIK KERAGUAN. Memoar itu ia maksudkan sebagai semacam motivasi untuk para Pencari: mesti bersungguh-sungguh dan pantang berhenti untuk menemukan apa yang ia cari, sampai ia tidak tahu apa yang harus dicarinya lagi. Dan semuanya itu ia lakukan lewat jalan pengembaraan Sufisme.

Pengembaraan intelektual Imam Ghazali bermula dari obsesinya mengetahui hakikat dari setiap sesuatu, dan itu mengharuskan adanya perangkat keilmuan yang ia sebut dengan al-ilmu al-yaqini; istilah abstrak untuk menyebut seperangkat keilmuan yang mampu menyingkap hakikat sesuatu, tanpa ada sisa-sisa keraguan dan kemungkinan kekeliruan.

Selengkapnya...

Share

Al Azhar Berupaya Satukan Kelompok Muslim Mesir

Prof. Dr. Syaikh Ahmad Thayyib
Hidayatullah.com--Peran Al Azhar dalam menjaga kesetabilan Mesir dan persatuan umat mulai nampak. Kalau sebelumnya, Dar Al Ifta (Lembaga Fatwa Resmi Mesir) mengundang para tokoh dari berbagai kelompok Muslim untuk ikut bertukar pikiran mengenai kesatuan umat, kini Syeikh Al Azhar juga melakukan hal yang sama. Syeikh Al Azhar gagas muktamar untuk kesatuan umat, sebagaimana dilansir almesryoon.com (11/5)

Komitmen Al Azhar untuk menjadi lembaga pemersatu umat terlihat tatkala Syeikh Muhammad Hassan seorang tokoh Salafy Mesir berkunjung ke Syeikh Al Azhar. Dr. Ahmad At Thayyib berpesan kepada Syeikh Muhammad Hasan agar bisa bekerja sama dalam masalah pokok dan tidak mencela satu dai kepada dai yang lain serta tidak konstrasi dalam masalah furu’.

Selengkapnya...

Share

posted under , | 1 Comments

Hakekat & Rahasia Mengapa Kita Memanggil 'Sayidina' Untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Raudhah Asy-Syarif
Oleh: Al Ustadz Al Fadhil Bang Zon Jonggol

Mereka bertanya mengapa kita panggil Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wasallam ?

Pertanyaan ini pada hakikatnya tidaklah terkait dengan dalil atau hujjah namun bagian dari akhlak.

Sebagian ulama (ahli ilmu) pada zaman modern ini memahami ilmuNya secara ilmiah/logika yakni menggunakan pikiran dan memori. Jumhur ulama sejak dahulu memahami ilmuNya secara hikmah yakni menggunakan akal dan hati

Selengkapnya...

Share

posted under , | 3 Comments

Dosa Yang Berulang-Ulang Tidak Terampuni?

Kalau kita melakukan dosa berulang-ulang, maka jangan sampai dosa yang terakhir kita lakukan itu menjadi sebab keterputus-asaan kita daripada bertaubat kepada Allah. Kalau kita menyerah dan berputus asa begitu saja, maka itulah yang dimaukan syaitan, agar kita terus menemaninya di dalam adzab, tertipulah kita dengan tipu daya syaitan, selama-lamanyalah kita berkubang dalam maksiat dan berlipat gandalah musibah yang menimpa. Padahal bisa jadi itu adalah dosa yang terakhir, yang ditakdirkan Allah kepada kita. Sebagaimana ketika melakukan amal ibadah kita disuruh untuk husnuzhon kepada Allah, begitupula ketika kita melakukan perbuatan dosa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
Selengkapnya...

Share

posted under | 1 Comments

Berdialog, Langkah Awal Meredam Radikalisme



Ibnu Abbâs Radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Ketika orang-orang Haruriyah (Orang-orang Harûriyah adalah orang-orang khawârij. Dinamakan harûriyah karena mereka awalnya mengkonsentrasikan diri di daerah Harûra’, sebuah desa yang terletak kurang lebih dua mil dari Kûfah.) melakukan pembangkangan terhadap pemerintahan Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu ‘anhu (Amirul mu’minin pada waktu itu), mereka mengisolir diri di sebuah camp. Jumlah mereka pada waktu itu sekitar 6000 orang. Mereka bersepakat untuk melakukan pemberontakan kepada Ali bin Abi Thâlib. Dan sudah seringkali orang datang kepada Ali Radhiyallahu ‘anhu dan mengingatkannya seraya berkata, “Wahai Amirul Mu’minin, sesungguhnya orang-orang Harûriyah itu akan memberontak kepada engkau”. Setiap kali itu pula Ali Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Biarkan mereka. Saya tidak akan memerangi mereka sampai mereka memerangi saya. Dan mereka pasti akan melakukannya!”
Selengkapnya...

Share

posted under , | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Powered by. Ryosatura. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Topic

Jika kamu ingin tahu kedudukanmu di sisi Allah maka lihatlah kedudukan Allah di hatimu!

Tasawuf itu ihsan

Saudara-saudaraku yang budiman, jangan tertipu oleh dakwaan sebahagian orang bahwa tasawuf tidak ada di dalam alquran. Tasawuf itu ada di dalam alquran, hanya saja ia tersirat. Sebagaimana tersiratnya dilalah-dilalah hukum di balik nash-nash alquran begitu pula isyarat-isyarat tasawuf banyak tersembunyi di sebalik lafazh-lafazh alquran. Bukan ianya hendak disembunyikan Allah dari semua orang, tetapi agar ada usaha dan upaya untuk melakukan penggalian terhadap sumber-sumber ilahiyah yang dilakukan oleh jiwa-jiwa yang intibah. Di situlah akan muncul ijtihad dan mujahadah yang mengandung nilai-nilai ibadah (wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya'buduni).

Tasawuf itu akhlaq (innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq); berusaha mengganti sifat-sifat madzmumah (takhalli) dengan sifat-sifat mahmudah (tahalli). Kedua proses ini sering disebut dengan mujahadah. Para Rasul, Nabi, dan orang-orang arif sholihin semuanya melalui proses mujahadah. Mujahadah itu terformat secara teori di dalam rukun iman dan terformat secara praktek di dalam rukun Islam. Pengamalan Iman dan Islam secara benar akan menatijahkan Ihsan. Ihsan itu adalah an ta'budallaha ka annaka tarah (musyahadah), fa in lam takun tarah fa innahu yarok (mur'aqobah). Ihsan inilah yang diistilahkan dengan ma'rifat. Ma'rifat itu melihat Allah bukan dengan mata kepala (bashor) tetapi dengan mata hati (bashiroh). Sebagaimana kenikmatan ukhrowi yang terbesar itu adalah melihat Allah, begitu pula kenikmatan duniawi yang terbesar adalah melihat Allah.

Dengan pemahaman tasawuf yang seperti ini, insya Allah kita tidak akan tersalah dalam memberikan penilaian yang objektif terhadap tasawuf. Itulah yang dimaksud oleh perkataan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah; "Dan kami tidak mengingkari tarekat sufiyah serta pensucian batin daripada kotoran-kotoran maksiat yang bergelantungan di dalam qolbu dan jawarih selama istiqomah di atas qonun syariat dan manhaj yang lurus lagi murni." (Al Hadiah As-Saniyah Risalah Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abd. Wahhab hal.50 dalam kitab Mauqif A'immah Harakah Salafiyah Cet. Dar Salam Kairo hal. 20).

Adapun praktek-praktek yang menyimpang dari syariat seperti perdukunan, zindiq, pluralisme, ittihad dan hulul yang dituduhkan sebahagian orang; itu adalah natijah daripada tasawuf, maka itu tidak benar, sangat jauh dari apa yang diajarkan oleh tokoh-tokoh sufi; Imam Junaid Al-Baghdadi, Imam Ghazali, Imam Ibnu Arabi, Imam Abd. Qadir Al-Jailani, Imam Abu Hasan Asy-Syadzili, Imam Ibnu Atho'illah As Sakandari, Imam Sya'roni, Imam Suyuthi, Syaikh Abdul Qadir Isa dan imam-imam tasawuf lainnya qaddasallahu sirrahum.

Tasawuf juga adalah suatu ilmu yang membahas jasmani syariat dari sisi lain. Sisi lain yang dimaksud adalah sisi ruhani. Kalau fiqih membahas syariat dari sisi zhohir, maka tasawuf dari sisi batin. Sholat misalkan, ilmu tentang rukun, syarat dan hal-hal yang membatalkan sholat itu dibahas dalam ilmu fiqih. Adapun ilmu tentang khusyu' hanya dibahas dalam ilmu tasawuf. Wallahu a'lam.

Mengenai Saya

Foto saya
Al-faqir dilahirkan di sebuah kota kecil Pangkalan Berandan Kab. Langkat Sumatera Utara. Di kota kecil ini minyak bumi pertama sekali ditemukan di Indonesia (tepatnya di desa Telaga Said). Saat ini al-faqir sedang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo Fakultas Syariah wal Qanun. Blog ini merupakan sebagai sarana saja bagi saya untuk sharing bersama teman-teman, silaturahmi dan menambah wawasan. Hehe jangan tertipu dengan nama blog "Sufi Medan" karena ini hanya nama blog saja, adapun si empunya sendiri bukanlah seorang sufi, hanyasaja mencintai orang2 sufi. Sufi adalah gelar yang hanya diberikan untuk orang-orang yang mengamalkan ajaran-ajaran Tasawuf dengan benar. Tentunya di sana sini masih banyak kekurangan, al-faqir sangat mengharapkan perbaikan dari Teman-teman semuanya. Saran dan masukan sangat saya nantikan. Dan bagi siapapun yang ingin menyebarkan artikel2 dalam blog ini saya izinkan dan saya sangat berterima kasih sudah turut andil dalam mengajak saudara-saudara kita kepada kebaikan dan yang ma'ruf. Terima kasih sudah berkunjung di blog orang miskin. Moga Allah senantiasa memberkahi dan melindungi Teman-teman semuanya. Billahi taufiq, wassalamu'alaikum.

Followers


Recent Comments